Namun sebagaimana kata-kata mutiara Imam Syafi'I, dalam ujian, orang akan terhina atau bertambah mulia. Sahabat tadi menangis di depan Syekh Abu al-Hasan lalu dengan percaya diri dan kemantapan yang tinggi, Syekh tersenyum manis dan berkata, "Demi Allah, andaikata aku tidak menggunakan adab syara' maka aku akan keluar dari sini -seraya 1 Pengertian Tarekat. Asal kata "tarekat" dalam bahasa arab yaitu "thariqah" yang berarti jalan, keadaan, aliran, atau garis pada sesuatu.[1] Menurut istilah tasawuf, tarekat berarti perjalanan seorang salik (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan cara mensucikan diri atau perjalanan yang harus ditempuh secara rohani, maknawi oleh Wasiatdan Nasihat Syekh Abul Hasan Ali Asy Syadzili. • Jika Kasyaf bertentangan dengan Al Qur'an dan Sunah, tinggalkanlah Kasyaf dan berpeganglah pada Al Qur'an dan Sunah. Katakana pada dirimu : Sesungguhnya Allah swt menjamin keselamatan saya dalam kitabnya dan sunah Rasulnya dari kesalahan, bukan dari Kasyaf, Ilham, maupun Musyahadah Untaiankata-kata terindah Syekh Abu Hasan Asy Syadzili Wahai Allah.. Wafatkanlah kami sebagai orang muslim dan ikutkanlah kami bersama Muhammad dan golongannya atas Ridha dari-Mu dan mereka dengan iringan selamat dari rasa malu dan segan serta hina oleh sebab amal perbuatan yang campur aduk kami yang telah berlalu. Berikutini untaian kata-kata terindah Syekh Abu Hasan Asy Syadzili Wahai Allah.. Wafatkanlah kami sebagai orang muslim dan ikutkanlah kami bersama Muhammad dan golongannya atas Ridha dari-Mu dan mereka dengan iringan selamat dari rasa malu dan segan serta hina oleh sebab amal perbuatan yang campur aduk kami yang telah berlalu. KultumSingkat Kisah Syekh Abu Hasan Asy Syadzili, Wali Allah yang Cinta Kopi. Sabtu / 02-07-2022,09:00 WIB. Ini 17 Kata-Kata Mutiara Pahlawan Kemerdekaan Indonesia, Bisa Membangkitkan Semangat Perjuangan . Jurnalis Indonesia . Sangat Efisien, Ini 5 Cara Budidaya Ikan Koi yang Benar, Salah Satunya Memilih Indukan Terbaik dLrVrCe. 01. Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzily “Barangsiapa memutuskan diri utk tidak mengurus dirinya dan melimpah kan urusannya pada Allah; memutuskan pilihannya hanya pada pilihan Allah; memutuskan pandangannya hanya memandang Allah; memutuskan kebaikannya hanya pada ilmu Allah disbbkan oleh disiplin kepatuhan, redha, kepasrahan dan tawakalnya pd Allah, maka Allah benar2 menganugerahkan kebaikan nurani hati, yg juga disertai dgn zikir, tafakkur dan hal-hal lain yg sgt istimewa.” 02. Syeikh Abu Hasan Asy Syadzili Tenanglah di bawah perjalanan takdir, kerana takdir adalah awan yang berjalan... 03. Asy Syadzili Tidak akan sempurna orang berilmu pada Maqam Ilmu sehingga dia diuji dengan 4 ujian, pertama cacian para musuh, kedua hinaan dan tantangan kerabat dekat yang menyalahkan. Ketiga tikaman dari orang orang bodoh dan keemppat iri dengki dari Ulama Suu' lain. 04. Syaikh Abul Hassan As Syadzili Aku pernah bermimpi melihat Abu Bakar ash-Shiddiq, lalu beliau berkata padaku “Tahukah engkau apa tanda keluarnya cinta duniawi dari dalam kalbu?” Aku bertanya “Apa itu?” Beliau menjawab “Meninggalkannya ketika ada, dan merasa ringan ketika dunia tak ada.” 05. Syeikh Abul Hassan As Syadzili “Kamu harus zuhud terhadap dunia dan bertawakal kepada Allah kerana zuhud adalah pangkal dalam amal-amal dan tawakal adalah pokok puncak dalam ahwal. Tegakkan kesaksian dengan Allah dan berpeganglah kepada-Nya dalam ucapan, perbuatan, akhlak, dan ahwal. Siapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka dia sungguh telah diberi petunjuk ke jalan yang lurus. Jauhilah keraguan, kesyirikan, ketamakan, dan sikap protes terhadap Allah sedikit pun. Dan, sembahlah Allah di atas kedekatan yang agung, niscaya kamu akan dianugerahi cinta, pilihan, pengkhususan, dan kemenangan dari Allah. Dan, Allah menangani pemeliharaan orang-orang yang bertakwa,” 06. Syaikh Abu Hasan As Syadzili berkata, ketika dlm suatu perjalanan aku berkata “Wahai Tuhanku, bilakah aku dapat menjadi hamba yg banyak bersyukur kpdMu?” Kemudian beliau mendengar suara “Iaitu apb kamu berpendapat tidak ada org yg diberi nikmat oleh Allah kecuali hanya dirimu”. Krn belum tahu maksud ungkapan itu aku bertanya “Wahai Tuhanku, bagaimana aku mampu berpendapat seperti itu, padahal Engkau telah memberikan nikmat-Mu kpd Para Nabi, Ulama' dan Para Penguasa”. Suara itu berkata kpdku “Andaikata tidak ada Para Nabi, maka kamu tidak akan mendpt petunjuk, andaikata tidak ada Para Ulama', maka kamu tidak akan menjadi org yg taat dan andaikata tidak ada Para Penguasa, maka kamu tidak akan memperoleh keamanan. Ketahuilah, semua itu nikmat yg Aku berikan utkmu”. 07. Imam Syadzili ditanya tentang Warak, beliau menjawab “Warak adalah kenikmatan2 jalan ini Tasawwuf terhadap orang yang disegerakan warisannya dan ditunda pahalanya. Hingga WARA' berhujung pada mereka dengan cara mengambil hal dari Allah, tentang Allah, pengungkapan dengan Allah, amal kerana Allah dan dengan Allah di atas bukti yang jelas dan pandangan batin yang tajam. Mereka dalam kebanyakan waktu dan seluruh keadaan, tidak mengatur, tidak memilih, tidak berangkat, tidak bertafakur, tidak memandang, tidak menuturkan, tidak menggenggam, tidak berjalan, dan tidak bergerak kecuali dengan Allah dan kerana Allah Swt.” 08. Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzili berkata Orang yang berakal adalah orang yang dapat memahami apa yg diinginkan Allah swt dari-Nya. Dan yang diinginkan Allah swt dari hamba-Nya dalam memperoleh nikmat, bencana, melaksanakan ketaatan atau terjerumus dalam kemaksiatan ada 4 hal iaitu jika engkau memperoleh nikmat, maka Allah swt mengharuskanmu untuk bersyukur, jika kau ditimpa bencana, Allah swt memerintahmu mensyariatkan untuk bersabar, jika Allah swt memberimu taufik untuk taat, Allah swt memerintahkanmu untuk syuhudul minnah dan meyakini bahwa Allah swt lah yang memberikan taufik, dan jika kau bermaksiat, maka Allah swt mensyariatkanmu untuk bertobat dan beribabah kpdNya. Barangsiapa memahami tujuan 4 hal perlakuan Allah swt ini, maka ia dekat dengan hal-hal yang dicintai Allah swt dan dia adalah hamba sejati, sebagaimana sabda Rasulullah saw “Barangsiapa diuji dengan bencana kemudian bersabar, diberi nikmat kemudian bersyukur, berbuat zalim kemudian meminta maaf dan dizalimi kemudian memaafkan……” Rasulullah saw diam, Para Sahabat bertanya “Apa yang ia peroleh, wahai Rasulullah saw?” Rasulullah saw bersabda “Mereka itulah org2 yg memperoleh keselamatan dan merekalah org2 yg mendapat petunjuk”. 09. Sheikh Abu Hasan Asy-Syadzili “Masalah besar bagi manusia ada dua perkara. Pertama, cinta kpd dunia dan kedua, rela membiarkan diri di dlm kejahilan. Krn, cinta dunia itu tunggak dpd segala dosa besar. Sementara, membiarkan diri di dlm kejahilan adalah tunggak kpd segala kedurhakaan”. 10. CARILAH GURU MURSYID YANG KAMIL MUKAMIL. Syeikh Abul Hasan asy-Syadzili Rahimahullah Ta'ala mengatakan “Siapa yang menunjukkan dirimu kepada dunia, maka ia akan membinasakan dirimu. Siapa yang menunjukkan dirimu pada amal, ia akan memayahkan dirimu. Dan siapa yang menunjukkan dirimu kepada Allah maka ia akan menjadi pembimbingmu.” 11. Zuhud itu bukan berarti, seorang hamba yang tidak mempunyai apa-apa diatas dunia. Bahkan, dia tidak dimiliki oleh apa pon, melainkan hanya dimiliki Tuhannya. al-Imam Abu Hasan asy-Syazuli Rah. 12. Jika anda ingin mencapai apa yang telah diperoleh oleh para wali Allah, maka hendaklah anda meninggalkan semua manusia, kecuali orang-orang yang dapat menunjuk anda ke arah jalan menuju kepada Allah dengan isyarat yang betul dan amal perbuatan yang tidak menyalahi al-Quran dan Sunnah Rasul serta mengabaikan dunia sepenuhnya. Namun begitu, janganlah anda menjadi orang yang berpaling daripada dunia itu atas tujuan agar anda diberi sesuatu daripada dunia ini. Sebaliknya, hendaklah anda menjadi hamba Allah sahaja yang mengarahkan agar anda menjauhi musuh-Nya. Apabila anda telah dapat melakukan dua perkara berikut iaitu Mengabaikan dunia dan zuhud dalam kalangan manusia, maka tetaplah anda bersama Allah dengan muraqabah. Hendaklah anda sentiasa bertaubat dengan rasa kesedaran dan beristighfar dengan rasa inabah rasa benar-benar menyesal dan bertaubat kepada-Nya dan rasa rendah diri terhadap segala hukum dengan cara istiqomah. Syeikh Abul Hasan Ali asy-Syazali 13. Orang yang mencintai Allah adalah orang yang telah mengosongkan atau memfana'kan dirinya. Setelah dia merasa dirinya kosong, maka terasalah wujud adanya yang Haq itu. Tidak ada daya dan upaya baginya lagi. Tidaklah lagi terasa wujud dirinya, hanya yang wujud ialah Allah sahaja. Itulah yang dia rasa dan pandang dengan mata hatinya. Tok Pulau Manis Rah. Berkata Syeikh Abul Hasan as-Syazili Rah, “Apabila kamu telah benar-benar melihat Allah dengan mata iman dan yakinmu, bererti Dia mengayakanmu dengan dalil dan burhan. Tetapi jika kamu mengambil dalil ada-Nya atas segala makhluk, adakah lagi wujud yang lain selain Allah Tentu kamu tidak akan dapat melihatnya. Jika adapun tak dapat kamu akan melihat mereka seperti habuk di udara, jika kamu berusaha mencari mereka, kamu akan gagal dan tidak memperoleh apa-apa pun.” 14. Mahabbah cinta adalah Allah menarik hati hamba-Nya dari segala sesuatu selain Dia. Kerana itu, ia akan sentiasa tertarik untuk mentaati-Nya, akalnya dilindungi makrifat-Nya, ruhnya tertarik ke hadirat-Nya, dan sirr-nya sibuk menyaksikan-Nya. Ia meminta tambahan dan Allah memberinya. Ia memulai dengan sesuatu lebih indah daripada kenikmatan munajat sehingga diberi hiasan yang mendekatkannya kepada-Nya di atas hamparan qurbah. Ia mendapatkan berbagai hakikat dan pengetahuan. Kerana itu, ada ungkapan, 'Para wali Allah adalah pengantin. Mereka tidak bisa dilihat oleh penjahat”. Syeikh Abu al-Hasan 15. Di antara anugerah Allah yang paling berharga ialah redha dengan ketentuan Allah, sabar menerima cubaan, tawakal kepada-Nya ketika menghadapi kesulitan, serta kembali kepada-Nya saat ditimpa bencana. Syeikh Abu al-Hasan 16. “Kembalilah dari menentang Allah swt, maka engkau menjadi Ahli Tauhid. Berbuatlah sesuai dengan rukun-rukun Syara’, maka engkau menjadi Ahli Sunnah. Gabungkanlah keduanya, maka engkau menuju kesejatian.” Syeikh Abul Hassan Ali Asy Syadzili 17. Semua guru yang mengajar yang Allah itu ada akan tetapi carilah guru yang dapat memimpin kita kehadratNya. “Lawlaa murobbi maa 'araftu robbi” Tanpa Guruku, aku takkan mengenal Tuhanku. Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzili mengatakan “Siapa yang menunjukkan dirimu kepada dunia, maka ia akan menghancurkan dirimu. Siapa yang menunjukkan dirimu pada amal, ia akan memayahkan dirimu. Dan barangsiapa menunjukkan dirimu kepada Allah Swt. maka, ia pasti menjadi penasehatmu”. Firman Allah dalam Hadis Qudsi “Jadikanlah dirimu berserta Allah, jika engkau belum berserta Allah maka jadikanlah dirimu berserta dengan orang yang telah berserta Allah niscaya dialah yang membawamu kehadrat Allah.” 18. Makrifat adalah salah satu tujuan dari Tasawwuf yang dapat diperoleh dengan 2 jalan 1 Mawahib, iaitu Tuhan memberikannya tanpa usaha dan Dia memilihnya sendiri orang-orang yang akan diberi anugerah tersebut. 2 Makasib, iaitu makrifat akan dapat diperoleh melalui usaha keras seseorang, melalui ar-riyadhah, zikir, wudhu, puasa dan amal shalih lainnya. Syeikh Abul Hassan Ali Asy Syadzili 19. “Jika kamu ingin Allah bersama kamu, maka bebaskan ego kamu daripada kepandaian dan kekuatan kamu”. Shaykh Abul Hassan Ash Shadhili. 20. Imam Abul Hassan di beri kesempatan untuk memberikan syafaat untuk muridnya Imam asy-Syadzili suatu ketika bermimpi dicium bibirnya oleh Rasulullah Saw. Maka ia berkata "Wahai Rasulullah, kenapa kau mencium bibirku padahal ku banyak dosa?” Maka Rasulullah Saw. menjawab "Tidaklah aku mencium bibir seseorang kecuali kerana ia bershalawat padaku 1000 kali siang dan 1000 kali malam. Dan kau wahai Abul Hasan asy-Syadzili, akan menyafaati ribuan orang pendosa dari ummatku kelak di hari kiamat.” 21. Abul Hasan Asysyadzily “Larilah dari kebaikan bantuan org, melebihi dari larimu dari kejahatan org kpdmu. Sbb kebaikan org itu langsung membahayakan hatimu, sdg kejahatan mereka hanya membahaya kan jasmanimu, dan bahaya jasmani itu lebih ringan dari bahaya hati. Bahaya kebaikan org kpdmu, jika kamu menyukainya dan senang, maka akan membuatmu bersandar dan berharap kpd mereka”. 22. Syekh Abul Hasan Ali Asy-syadzili “Ketuklah pintu zikir dengan hasrat dan sikap sangat memerlukan kepada Allah swt melalui kontemplasi, menjauhkan diri segala hal selain Allah swt. Lakukanlah dengan menjaga rahasia batin, agar jauh dari bisikan nafsu dalam seluruh nafas dan jiwa, sehingga kalian memilki kekayaan rohani. Biasakan lisanmu dengan berzikir, hatimu untuk tafakur dan tubuhmu untuk menuruti perintah-Nya. Dgn demikian kalian bisa tergolong org2 Soleh. Berikut ini untaian kata-kata terindah Syekh Abu Hasan Asy Syadzili Wahai Allah..... Wafatkanlah kami sebagai orang muslim dan ikutkanlah kami bersama Muhammad dan golongannya atas Ridha dari-Mu dan mereka dengan iringan selamat dari rasa malu dan segan serta hina oleh sebab amal perbuatan yang campur aduk kami yang telah berlalu. Wahai Allah..... Maafkanlah kami dalam kebodohan kami, dan janganlah Engkau menuntut kami karena kelalaian kami terhadap-Mu, dan sebab kejelekan adab kami bersama-Mu dan bersama para malaikat pencatat yang mulia. Wahai Allah.... Ampunilah dosa-dosa dan kelalaian kami, kebodohan kami terhadap nikmat-nikmat-Mu. Ampunilah kami yang sedikitnya rasa malu kami terhadap-Mu, dan sudilah kiranya Engkau menghadap kepada kami dengan Wajah-Mu, dan janganlah Engkau membiarkan kami difitnah oleh sesuatu dari makhluk-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Allah.... Ampunilah kami tentang apa yang sudah diketahui oleh manusia dari makhluk-makhluk-Mu dan ampunilah kami atas apa saja yang telah Engkau ketahui dan sudah ditulis oleh para malaikat-Mu, dan ampunilah kami atas apa yang telah kami ketahui dari diri kami sedangkan tidak seorangpun dari para makhluk-Mu yang mengetahui, dan ampunilah kami atas apa yang telah Engkau tentukan kepada kami dalam semua hukum-hukum-Mu, dan karuniakanlah kami kekayaan yang dengannya kami tidak lagi membutuhkan apa-apa dari semua makhluk-Mu dan disertai pula dengan terbukanya penutup antara kami dan antara-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Allah..... Ampunilah kami dengan ampunan yang Engkau berikan kepada para kekasih-Mu yang tidak membiarkan sedikitpun keraguan dan tidak menyisakan bersamanya sesuatu celaan dan cercaan. Jadikanlah apa yang telah Engkau ketahui dalam diri kami dan dari diri kami sesuatu yang paling baik diketahui setelah dihapus dan ditetapkannya amal-amal. Sesungguhnya Ummul Kitab Lauh Mahfudzh ada di sisi-Mu. Wahai Allah.... Ampunilah semua dosa-dosa kami baik yang kecil maupun yang besar, yang rahasia maupun yang nampak, yang pertama maupun yang terakhir. Dan ampunilah orang-orang yang kami cintai yang melakukan perjalanan jauh dari kami, perjalanan dunia maupun akhirat, jadikanlah gerak langkah mereka sebagaimana gerak langkah orang-orang yang taqwa dan kepulangan mereka sebagaimana kembalinya orang-orang yang memperoleh keuntungan. Dan Jadikanlah kita semua dengan Rahmat-Mu orang-orang yang diterima permohonannya, sekalipun kami adalah orang-orang yang berjalan sombong, karena para penyanggah itu sesungguhnya bermurah hati meskipun mereka mengetahui, dan Engkau lebih utama terhadap yang demikian karena Engkau Maha Mulia dari siapapun pengasih. Segala Puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Wahai Allah.... Janganlah Engkau pulangkan kami dengan hampa sedang kami penuh berharap kepada-Mu. Janganlah Engkau tolak kami sedang kami berdo’a kepada-Mu. Kami benar-benar memohon kepada-Mu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah permohonan kami sebagaimana telah Engkau janjikan kepada kami, dan janganlah Engkau jadikan kerendahan diri kami sesuatu yang tidak berarti bagi-Mu dan tidak diterima. Dan sebagaimana Engkau telah memudahkan kami untuk berdoa, maka mudahkan pula terkabulnya. Sengguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Selamat datang di KLIK KATA, sebuah media online yang banyak menyajikan berbagai macam tema kata bijak, kata mutiara, inspirasi, nasehat, quotes, dan sejenisnya. Postingan yang anda cari ini, sangat cocok untuk dijadikan status wa, caption instagram, status facebook, tweet twitter, dan status media sosial lainnya. Selamat membaca dan selamat berbagi manfaat jika anda membagikannya …. Kata Kata Mutiara IslamiSyekh Abdul Qodir Al Jaelani BACA KATA MUTIARA ULAMA NUJangan mudah bersumpah atas nama Allah, baik dalam keadaan benar maupun salah. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Jauhilah berbohong baik dalam keadaan bergurau atau serius. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Menepati janji. Hal ini sebagai tali erat untuk menjaga keharmonisan antar umat manusia. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Jangan melaknat makhluk Allah. Kata-kata kutukan hanya akan menjadikan hubungan antar sesama manusia semakin renggang. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Janganlah mendoakan jelek pada orang lain meski ia telah berbuat jelek kepada kita. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Jangan menjadi saksi orang Islam untuk gemar memberi vonis sesat dan syirik kepada orang lain. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Jauhkan pandangan dari maksiat, supaya cepat jiwa diangkat oleh Allah. Anggota tubuh menjadi jinak dalam melakukan ketaatan. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Jauhailah bersandar kepada makhluk dalam hajat sekala kecil maupun besar. Hal Ini merupakan kemualiaan orang yang bertakwa kepada Allah. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Jangan rakus kepada hal yg dimiliki orang lain. Berjiwa besarlah untuk kecukupan yg murni, dengan demikian datanglah wara’. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Tawadhu' lahir dan batin, di situlah posisi hamba menjadi naik, dan akan menjangkau keluhuran. - Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Kata Kata Bijak IslamiSyekh Abul Hasan Asy Syadzili Jika Kasyaf bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunah, tinggalkanlah Kasyaf dan berpeganglah pada Al Qur’an dan Sunah. Katakan pada dirimu Sesungguhnya Allah SWTmenjamin keselamatan saya dalam kitabnya dan sunah Rasulnya dari kesalahan, bukan dari Kasyaf, Ilham, maupun Musyahadah sebelum mencari kebenarannya dalam Al Qur’an dan Sunah terlebih dahulu. - Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Kembalilah dari menentang Allah SWT, maka engkau menjadi Ahli Tauhid. Berbuatlah sesuai dengan rukun-rukun Syara’, maka engkau menjadi Ahli Sunah. Gabungkanlah keduanya, maka engkau menuju kesejatian. - Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Jika engkau menginginkan bagian dari anugerah para wali, berpalinglah dari manusia kecuali dia menunjukkanmu kepada Allah SWT dengan cara yang benar dan tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunah. - Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Ketuklah pintu zikir dengan hasrat dan sikap sangat membutuhkan kepada Allah swt melalui kontemplasi, menjauhkan diri segala hal selain Allah swt. Lakukanlah dengan menjaga rahasia batin, agar jauh dari bisikan nafsu dalam seluruh nafas dan jiwa, sehingga kalian memilki kekayaan rohani. Tuntaskan lisanmu dengan berzikir, hatimu untuk tafakur dan tubuhmu untuk menuruti perintah-Nya. Dengan demikian kalian bisa tergolong orang-orang saleh. - Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Manakala zikir terasa berat di lisanmu, sementara pintu kontemplasi tertutup, ketahuilah bahwa hal itu semata-mata karena dosa-dosamu atau kemunafikan dalam hatimu. Tak ada jalan bagimu kecuali bertobat, memperbaiki diri, hanya menggantungkan diri kepada Allah swt dan ikhlas beragama. - Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Guruku adalah Syekh Abdus Salam Ibnu Masyisy, akan tetapi sekarang aku sudah menyelami dan minum sepuluh lautan ilmu. Lima dari bumi yaitu dari Rasululah saw, Abu Bakar Umar bin Khattab Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib dan lima dari langit yaitu dari malaikat Jibril, Mika’il, Isrofil, Izro’il dan ruh yang agung. - Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Tidak ada dosa yang lebih besar dari dua perkara ini pertama, senang dunia dan memilih dunia mengalahkan akherat. Kedua, ridha menetapi kebodohan tidak mau meningkatkan ilmunya. - Syekh Abul Hasan Asy Syadzili Sebab-sebab sempit dan susah fikiran itu ada tiga pertama, karena biaya dosa dan untuk mengatasinya dengan bertaubat dan beristiqhfar. Kedua, karena kehilangan dunia, maka kembalikanlah kepada Allah swt. sadarlah itu bukan kepunyaanmu dan hanya titipan dan akan ditarik kembali oleh Allah swt. Ketiga, disakiti orang lain, kalau karena dianiaya oleh orang lain maka bersabarlah dan sadarlah semua itu yang membikin Allah swt. untuk mengujimu - Syekh Abul Hasan Asy SyadziliMutiara Nasehat IslamiSayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Kunci Segala Rahasia Bersumber Pada Bacaan Shalawat Kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Orang Yang Melakukan Bid'ah Dikhawatirkan Mati Dalam Keadaan Su'ul Khotimah. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Seharusnya Seorang Santri Mempunyai Bacaan Wirid Untuk Menjaga Dirinya Dari Kesesatan. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Aku Marah Terhadap Murid Yang Tidak Sopan Ketika Membaca Wirid, Lebih-lebih Ketika Membaca Al-Quran. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Sedikit Tapi Mantap Itu Lebih Baik Daripada Banyak Tapi Ngawur. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Seseorang Yang Memiliki Cakrawala Keilmuan Yang Luas, Ia Tidak Akan Protes Terhadap Orang Lain. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Ilmu Tidak Akan Berkumpul Dengan Sifat Sombong Di Dalam Satu Dada. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Barang Siapa Yang Merasa Sudah Sampai, Berarti Ia Telah Merusak Permulaannya. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Bersungguh-sungguhlah Dalam Berkhidmah Kepada Pemuka Agama. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Sebaik-baiknya Perbuatan Adalah Memenuhi Kebutuhan Orang Lain. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Kebanyakan Urusanku Telah Terprogramdan Terencana Dengan Rapi, Tetapi Aku Tidak Mau Diatur Oleh Program Itu. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Masyarakat Jawa [Indonesia] Adalah Masyarakat Yang Berakhlak Baik dan Pemurah. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Sifat Zuhud Bukan Terletak Pada Pakaian Dan Penampilan, Tetapi Terletak Di Sini [Yakni Hati]. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Keistimewaan Tidak Memberikan Arti Keutamaan. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Waspada Terhadap Pemikiran Jumud [Kaku] Dari Madzhab-madzhab Perusak. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Menjadi Seorang Guru Bukan Dengan Warisan, Akan Tetapi Dengan Belajar Dan Menuntut Ilmu. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Seharusnya Seorang Santri Banyak Beribadah Untuk Menjaganya Dari Maksiat Dan Menguatkan Hafalannya. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Jadikanlah Shalawat Kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Senantiasa Berada Di Antara Kamu dan Munajatmu. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Karena Satu Orang Maka Seribu Orang Dimuliakan. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Dalam Perjalananku, Aku Selalu Membawa Kitab, Demi Mengikuti Jejak Ayahanda. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Jangan Ikut Campur Dalam Urusan Politik, Engkau Lebih Mengerti Situasi Daerahmu. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Amar Ma'ruf Nahi Mungkar Harus Dilakukan Dengan Sikap Bijak, Lembut Dan Bertahap. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Kehidupan Yang Indah Adalah Jika Bisa Membantu Seseorang Dalam Beribadah Dan Melakukan Ketaatan. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Aku Tidak Pernah Bosan Untuk Menyebarkan Ilmu, Walaupun Kepada Satu Orang. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Orang Yang Tidak Bisa Memanfaatkan Kemuliaan Waktu Dan Tempat, SungguhIah Amat Merugi. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Akhlak Lebih Didahulukan Daripada Ilmu. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Kalian Harus Melanggengkan Bacaan Wirid, Sebab Wirid Dapat Menjadi tameng dan Perisai Diri. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Kebiasaan Orang Mulia, Adalah Semulia-mulianya Kebiasaan. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Siapa Saja Yang Memiliki Kitab Wiridku, Berarti Ia Telah Mendapatkan Ijazah. Ijazah Ini Bukan Dariku, tetapi Langsung Dari Para Pengarang Wirid-wirid tersebut. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Surga Itu Tidak Gratis, Belilah Surga Itu Dengan Hartamu, Amalmu, Dan Dengan Tenagamu. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Sesuatu Yang Tidak Kamu Ketahui, Maka Jangan Sekali-kali Kamu Menyentuhnya [mengerjakannya]. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani Ilmu Mudah Didapatkan, Tetapi Melayani [Khidmah] Kepada Ulama Susah Didapatkan. - Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ Ungkapan Mutiara Syekh Abul Hasan Asy-Syadzily ra 1. Tidak ada dosa yang lebih besar dari dua perkara ini pertama, senang dunia dan memilih dunia mengalahkan akherat. Kedua, ridha menetapi kebodohan tidak mau meningkatkan ilmunya. 2. Sebab-sebab sempit dan susah fikiran itu ada tiga pertama, karena berbuat dosa dan untuk mengatasinya dengan bertaubat dan beristiqhfar. Kedua, karena kehilangan dunia, maka kembalikanlah kepada Allah swt. sadarlah bahwa itu bukan kepunyaanmu dan hanya titipan dan akan ditarik kembali oleh Allah swt. Ketiga, disakiti orang lain, kalau karena dianiaya oleh orang lain maka bersabarlah dan sadarlah bahwa semua itu yang membikin Allah swt. untuk mengujimu. Kalau Allah swt. belum memberi tahu apa sebabnya sempit atau susah, maka tenanglah mengikuti jalannya taqdir ilahi. Memang masih berada di bawah awan yang sedang melintas berjalan awan itu berguna dan lama-lama akan hilang dengan sendirinya. Ada satu perkara yang barang siapa bisa menjalankan akan bisa menjadi pemimpin yaitu berpaling dari dunia dan bertahan diri dari perbuatan dhalimnya ahli dunia. Setiap keramat kemuliaan yang tidak bersamaan dengan ridha Allah swt. dan tidak bersamaan dengan senang kepada Allah dan senangnya Allah, maka orang tersebut terbujuk syetan dan menjadi orang yang rusak. Keramat itu tidak diberikan kepada orang yang mencarinya dan menuruti keinginan nafsunya dan tidak pula diberikan kepada orang yang badannya digunakan untuk mencari keramat. Yang diberi keramat hanya orang yang tidak merasa diri dan amalnya, akan tetapi dia selalu tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang disenangi Allah dan merasa mendapat anugerah fadhal dari Allah semata, tidak menaruh harapan dari kebiasaan diri dan amalnya. Di antara keramatnya para Shidiqin ialah 1. Selalu taat dan ingat pada Allah swt. secara istiqamah kontineu. 2. Zuhud meninggalkan hal-hal yang bersifat duniawi. 3. Bisa menjalankan perkara yang luar bisa, seperti melipat bumi, berjalan di atas air dan sebagainya. Diantara keramatnya Wali Qutub ialah 1. Mampu memberi bantuan berupa rahmat dan pemeliharaan yang khusus dari Allah swt. 2. Mampu menggantikan Wali Qutub yang lain. 3. Mampu membantu malaikat memikul Arsy. 4. Hatinya terbuka dari haqiqat dzatnya Allah swt. dengan disertai sifat-sifat-Nya. Kamu jangan menunda ta’at di satu waktu, pada waktu yang lain, agar kamu tidak tersiksa dengan habisnya waktu untuk berta’at tidak bisa menjalankan sebagai balasan yang kamu sia-siakan. Karena setiap waktu itu ada jatah ta’at pengabdian tersendiri. Kamu jangan menyebarkan ilmu yang bertujuan agar manusia membetulkanmu dan menganggap baik kepadamu, akan tetapi sebarkanlah ilmu dengan tujuan agar Allah swt. membenarkanmu. Radiya allahu anhu wa aada alaina min barakatihi wa anwarihi wa asrorihi wa uluumihi wa ahlakihi, Allahumma Amiin. Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Shortener Di Link Download. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila kesulitan Download Silahkan buka/klik gambarCara Download dibawah postingan. Apabila masih kesulitan, silahkan copy paste link download yang ada, kebrowser anda.*** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini. Title Ungkapan Mutiara Syekh Abul Hasan Asy-Syadzily raDescription Ungkapan Mutiara Syekh Abul Hasan Asy-Syadzily ra 1. Tidak ada dosa yang lebih besar dari dua perkara ini pertama, senang dunia dan me... Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah seorang sufi besar yang dikenal dengan ajaran-ajarannya yang sangat menginspirasi. Beliau terkenal dengan kebijaksanaannya dan kata-kata mutiara yang dapat memotivasi banyak orang. Berikut ini adalah beberapa kata mutiara dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili yang dapat memotivasi hidup kita. Kata Mutiara Pertama Kata mutiara pertama dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Janganlah kamu membandingkan dirimu dengan orang lain, karena setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda-beda.” Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda, sehingga kita tidak dapat membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita harus menghargai diri kita sendiri dan memperbaiki diri kita tanpa membandingkan diri kita dengan orang lain. Kata Mutiara Kedua Kata mutiara kedua dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Bertemanlah dengan orang yang mengingatkanmu kepada Allah, bukan dengan orang yang mengingatkanmu kepada dunia.” Kita harus memilih teman yang dapat membawa kita mendekatkan diri kepada Allah, bukan teman yang hanya membawa kita ke dalam kesenangan dunia yang sementara. Teman yang baik adalah teman yang dapat membawa kita ke arah kebaikan. Kata Mutiara Ketiga Kata mutiara ketiga dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Janganlah kamu menunda-nunda kebaikan, karena kebaikan tidak akan menunggumu.” Kita harus segera berbuat kebaikan ketika kita memiliki kesempatan untuk melakukannya. Kebaikan tidak akan menunggu kita, sehingga kita harus memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat kebaikan. Kata Mutiara Keempat Kata mutiara keempat dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Kebahagiaan tidak didapat dari kekayaan, tetapi dari hati yang bersih dan pikiran yang tenang.” Kebahagiaan sejati tidak dapat dibeli dengan kekayaan materi, tetapi hanya dapat didapat dari hati yang bersih dan pikiran yang tenang. Kita harus selalu menjaga hati dan pikiran kita agar dapat merasakan kebahagiaan yang sejati. Kata Mutiara Kelima Kata mutiara kelima dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Hidup ini adalah kesempatan, manfaatkanlah sebaik-baiknya.” Hidup kita di dunia ini hanya sekali, sehingga kita harus memanfaatkannya sebaik-baiknya. Kita harus berbuat kebaikan dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepada kita. Kata Mutiara Keenam Kata mutiara keenam dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Janganlah kamu merasa terlalu hebat atas kesuksesanmu, karena semua itu datang dari Allah.” Kesuksesan yang kita dapatkan di dunia ini bukanlah hasil dari usaha kita sendiri, tetapi karena anugerah dari Allah. Kita harus selalu bersyukur atas segala kesuksesan yang kita dapatkan dan tidak merasa terlalu hebat atas kesuksesan tersebut. Kata Mutiara Ketujuh Kata mutiara ketujuh dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Janganlah kamu merasa terlalu rendah diri atas kegagalanmu, karena semua itu adalah bagian dari perjalanan hidupmu.” Kegagalan yang kita alami merupakan bagian dari perjalanan hidup kita, sehingga kita tidak perlu merasa terlalu rendah diri atas kegagalan tersebut. Kita harus belajar dari kegagalan dan terus berusaha untuk mencapai kesuksesan di masa depan. Kata Mutiara Kedelapan Kata mutiara kedelapan dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Janganlah kamu mencari kesempurnaan, karena hanya Allah yang sempurna.” Kita tidak perlu mencari kesempurnaan dalam hidup ini, karena hanya Allah yang sempurna. Kita harus berusaha untuk menjadi lebih baik setiap harinya, tetapi tidak perlu mencari kesempurnaan yang tidak mungkin kita capai. Kata Mutiara Kesembilan Kata mutiara kesembilan dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Janganlah kamu memaksakan kehendakmu, karena hanya Allah yang mengetahui apa yang terbaik untukmu.” Kita harus berserah diri kepada kehendak Allah dan tidak memaksakan kehendak kita sendiri. Allah mengetahui apa yang terbaik untuk kita, sehingga kita harus percaya bahwa kehendak Allah adalah yang terbaik bagi kita. Kata Mutiara Kesepuluh Kata mutiara kesepuluh dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Janganlah kamu merasakan kebahagiaan dengan menyakiti hati orang lain.” Kita tidak boleh merasakan kebahagiaan dengan menyakiti hati orang lain. Kita harus selalu menghargai perasaan orang lain dan berusaha untuk tidak menyakiti hati mereka. Kata Mutiara Kesebelas Kata mutiara kesebelas dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Janganlah kamu merasa rendah diri atas kebaikanmu, karena semua itu adalah anugerah dari Allah.” Kita tidak perlu merasa rendah diri atas kebaikan yang telah kita lakukan, karena semua itu adalah anugerah dari Allah. Kita harus selalu bersyukur atas kesempatan yang diberikan kepada kita untuk berbuat kebaikan. Kata Mutiara Keduabelas Kata mutiara keduabelas dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Janganlah kamu menghakimi orang lain, karena hanya Allah yang dapat menghakimi dengan adil.” Kita tidak boleh menghakimi orang lain, karena hanya Allah yang dapat menghakimi dengan adil. Kita harus selalu menghargai perbedaan orang lain dan tidak memaksakan pandangan kita sendiri kepada orang lain. Kata Mutiara Ketigabelas Kata mutiara ketigabelas dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Janganlah kamu berpikir buruk tentang orang lain, karena itu hanya akan merugikan dirimu sendiri.” Kita harus selalu berpikir positif tentang orang lain dan tidak berpikir buruk tentang mereka. Berpikir buruk hanya akan merugikan diri sendiri, sehingga kita harus menghargai setiap orang dan berpikir positif tentang mereka. Kata Mutiara Keempatbelas Kata mutiara keempatbelas dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Janganlah kamu mengejar kepentingan dunia, karena itu hanya akan membuatmu lupa pada Allah.” Kita harus selalu mengutamakan kepentingan akhirat daripada kepentingan dunia. Kita harus selalu mengingat Allah dalam setiap tindakan kita dan tidak terpengaruh oleh godaan dunia yang sementara. Kata Mutiara Kelimabelas Kata mutiara kelimabelas dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “Janganlah kamu merasa terlalu sedih atas kegagalanmu, karena itu hanya akan membuatmu putus asa.” Kita tidak perlu merasa terlalu sedih atas kegagalan yang kita alami, karena itu hanya akan membuat kita putus asa. Kita harus selalu bersemangat untuk mencoba lagi dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kegagalan. Kata Mutiara Keenambelas Kata mutiara keenambelas dari Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah “

kata mutiara syekh abu hasan syadzili